Bulan Juli minggu kedua saatnya refreshing, meninggalkan sejenak rutinitas. berbekal kamera pocket vie bersama kekasih melakukan perajalanan wisata ke Waduk Sermo di Kulon Progo.
Perjalanan dimulai dari Yogyakarta menuju kota Wates, Waduk Sermo berjarak kurang lebih 8 kilometer dari kota Wates. Jangan takut kesasar, karena banyak papan hijau penunjuk jalan yang mencantumkan arah Waduk Sermo, jika masih ragu, setibanya di kota Wates dapat juga tanya warga disana. Lama aktu tempuh dari Yogyakarta menuju Waduk Sermo lebih kurang 45 menit.
Menyusuri perjalanan ke Waduk Sermo, kami melewati hutan pinus dan tanaman kayu putih yang berderet di pinggir jalan mendekati lokasi. Tiba di pintu masuk ke lokasi, sudah ada penjaga retribusi, kami naik motor kena biaya masuk Rp 5.000. masuk ke area Waduk Sermo vie takjub karena ini kali pertama vie ke sini.
Mengelilingi area waduk memakan waktu cukup lama. Waduk Sermo adalah danau buatan yang terhampar luas dan dikelilingi oleh bukit-bukit hijau. Dari kejauhan kami juga menyaksikan aktivitas warga yang memancing di pinggir waduk. setelah kami berhenti di samping tempat penumpang menunggu kapal, kami langsung mendapatkan tawaran naik kapal oleh penjaga parkir. dia menyampaikan juga Biaya naik kapal minimal 5 orang @Rp 5.000, tetapi jika ingin berdua juga boleh tapi biayanya Rp 25.000. kalau Anda tertarik nanti saya bilangkan ke Nahkodanya? tersedia baju pelampung, sedangkan nahkoda adalah tim SAR. hmmm..sambil berfikir kami memilih untuk foto-foto dulu di dekat demaga kapal, banyak juga pengunjung yang asyik mengabadikan momentnya.
Perahu yang sedang bersandar, dan nahkodanya berbaring menunggu penumpang yang hendak naik. usai foto-foto, tibalah perahu motor yang terlihat lebih ekslusif daripada yang belum dapat penumpang, ketika penumpang sudah turun dari perahu tersebut, kami hendak naik...si bapak berkata..naik yang itu saja mb' (menunjuk ke arah perahu yang sedang santai), karena ini baru saja nurunkan penumpang belum isi bahan bakar..., yachhh..daripada tidak jadi nikmati pemandangan dan harus menunggu lama, kami sepakat naik perahu yang sederhana dan relatif lumayan panjang, aroma solar pun terasa ketika perahu sudah berputar setengah waduk.
Nahkoda berada tepat dibelakang kami, sementara kami di depan duduk di sisi kanan-kiri untuk mengimbangi berat kapal, masing-masing pegang kamera pocket jadi asyik dengan objek photografi. cukup deg-deg-an ketika kapal akan berbalik ke dermaga, suara mesin seperti mau mati, sedangkan cuaca mulai mendung, vie hanya berdo'a semoga bisa cepat sampai di dermaga, karena rasanya sudah tidak enak dengan aroma solar dan mesin berdengung kencang.



Perjalanan dimulai dari Yogyakarta menuju kota Wates, Waduk Sermo berjarak kurang lebih 8 kilometer dari kota Wates. Jangan takut kesasar, karena banyak papan hijau penunjuk jalan yang mencantumkan arah Waduk Sermo, jika masih ragu, setibanya di kota Wates dapat juga tanya warga disana. Lama aktu tempuh dari Yogyakarta menuju Waduk Sermo lebih kurang 45 menit.
Menyusuri perjalanan ke Waduk Sermo, kami melewati hutan pinus dan tanaman kayu putih yang berderet di pinggir jalan mendekati lokasi. Tiba di pintu masuk ke lokasi, sudah ada penjaga retribusi, kami naik motor kena biaya masuk Rp 5.000. masuk ke area Waduk Sermo vie takjub karena ini kali pertama vie ke sini.
Mengelilingi area waduk memakan waktu cukup lama. Waduk Sermo adalah danau buatan yang terhampar luas dan dikelilingi oleh bukit-bukit hijau. Dari kejauhan kami juga menyaksikan aktivitas warga yang memancing di pinggir waduk. setelah kami berhenti di samping tempat penumpang menunggu kapal, kami langsung mendapatkan tawaran naik kapal oleh penjaga parkir. dia menyampaikan juga Biaya naik kapal minimal 5 orang @Rp 5.000, tetapi jika ingin berdua juga boleh tapi biayanya Rp 25.000. kalau Anda tertarik nanti saya bilangkan ke Nahkodanya? tersedia baju pelampung, sedangkan nahkoda adalah tim SAR. hmmm..sambil berfikir kami memilih untuk foto-foto dulu di dekat demaga kapal, banyak juga pengunjung yang asyik mengabadikan momentnya.
Perahu yang sedang bersandar, dan nahkodanya berbaring menunggu penumpang yang hendak naik. usai foto-foto, tibalah perahu motor yang terlihat lebih ekslusif daripada yang belum dapat penumpang, ketika penumpang sudah turun dari perahu tersebut, kami hendak naik...si bapak berkata..naik yang itu saja mb' (menunjuk ke arah perahu yang sedang santai), karena ini baru saja nurunkan penumpang belum isi bahan bakar..., yachhh..daripada tidak jadi nikmati pemandangan dan harus menunggu lama, kami sepakat naik perahu yang sederhana dan relatif lumayan panjang, aroma solar pun terasa ketika perahu sudah berputar setengah waduk.
Nahkoda berada tepat dibelakang kami, sementara kami di depan duduk di sisi kanan-kiri untuk mengimbangi berat kapal, masing-masing pegang kamera pocket jadi asyik dengan objek photografi. cukup deg-deg-an ketika kapal akan berbalik ke dermaga, suara mesin seperti mau mati, sedangkan cuaca mulai mendung, vie hanya berdo'a semoga bisa cepat sampai di dermaga, karena rasanya sudah tidak enak dengan aroma solar dan mesin berdengung kencang.



3 comments:
hahaha..pasti ndak berani naik perahu tuh...wkwkwk
iya sehhh...rada ketar..ketir..., koyo bercampur mistis hahahaaaa....
semoga pemerintah semakin serius menjadikan waduk sermo menjadi objek wisata karena tempat ini memiliki potensi yng besar…nice post…salam…
Post a Comment